<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>TA-Ilmu al-Qur’an dan Tafsir</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/24</link>
<description/>
<pubDate>Thu, 21 May 2026 02:41:15 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-05-21T02:41:15Z</dc:date>
<item>
<title>PENAFSIRAN KATA SYIFĀ’ DALAM AL-QUR’ĀN (Studi Komparatif Tafsīr Rūḥ al-Maʿānī Karya al-Alūsī dan Tafsīr al-Nūr Karya Hasbi Ash-Shiddieqy)</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8537</link>
<description>PENAFSIRAN KATA SYIFĀ’ DALAM AL-QUR’ĀN (Studi Komparatif Tafsīr Rūḥ al-Maʿānī Karya al-Alūsī dan Tafsīr al-Nūr Karya Hasbi Ash-Shiddieqy)
AL-FARISI, SUKRON
SUKRON AL-FARISI, Penafsiran Kata Syifā’ dalam al-Qur’ān (Studi Komparatif Tafsīr Rūḥ al-Ma’ānī Karya al-Alūsī dan Tafsīr al-Nūr Karya Hasbi Ash-Shiddieqy). Program Studi Ilmu al-Quran dan Tafsīr Fakultas Ushuluddin dan Adab Institut Agama Islam Negeri (IAIN) PONTIANAK 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya pergeseran pemaknaan kata Syifā’ dalam diskursus tafsīr, yang seringkali dipahami secara sempit hanya sebatas penyembuhan fisik. Padahal, cakupan maknanya dalam al-Qur’ān menyentuh dimensi spiritual, sosial, hingga peradaban. &#13;
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap penafsiran al-Alūsī tentang makna Syifā’ dalam kitab Rūḥ al-Ma’ānī, penafsiran Hasbi Ash-Shiddieqy dalam kitab al-Nūr, persamaan dan perbedaan penafsiran antara keduanya, serta faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya dinamika penafsiran tersebut. &#13;
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari sumber primer yaitu kitab tafsīr karya al-Alūsī dan Hasbi Ash-Shiddieqy, serta literatur pendukung sebagai sumber sekunder. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif-analitis dan komparatif, dengan langkah mengumpulkan tema-tema berkaitan dengan Syifā’, kemudian menganalisis serta membandingkan penafsiran kedua mufassir untuk menemukan persamaan dan perbedaan pandangan dari keduanya. &#13;
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, penelitian ini menyimpulkan bahwa al-Alūsī menafsirkan makna Syifā’ dengan pendekatan yang luas dan mendalam, mencakup aspek lugawī, teologis, serta fiqhiyah. Ia memformulasikan Syifā’ sebagai penyembuh penyakit hati yang berdampak pada kesehatan fisik melalui keberkahan al-Qur’ān, pemaknaan madu sebagai obat yang bersifat kondisional, serta legalitas al-Qur’ān sebagai media ruqyah. Sementara itu, Hasbi Ash-Shiddieqy menafsirkan Syifā’ secara lebih global, kontekstual, dan aplikatif. Ia memahami Syifā’ sebagai penyembuh bagi berbagai macam penyakit jiwa, madu sebagai obat medis untuk berbagai penyakit, serta fungsi al-Qur’ān sebagai penyembuh bagi problematika kehidupan individu maupun kemajuan peradaban umat. Persamaan keduanya terletak pada pemaknaan Syifā’ sebagai kelegaan hati, penegasan bahwa sumber kesembuhan hakiki hanya berasal dari Allah, serta cakupan penyembuhan yang meliputi dimensi rohani maupun jasmani. Adapun perbedaan penafsiran disebabkan oleh latar belakang sosio-historis, metode tafsīr, tujuan penulisan karya, serta perbedaan audiens yang dituju oleh masing-masing mufassir.
</description>
<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8537</guid>
<dc:date>2026-01-30T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>TRADISI PEMBACAAN SURAH AL-FATIHAH DALAM PEMBUATAN AIR SELUSUH BAGI IBU HAMIL DI DESA SELAKAU TUA, KABUPATEN SAMBAS (Kajian Living Qur'an)</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8534</link>
<description>TRADISI PEMBACAAN SURAH AL-FATIHAH DALAM PEMBUATAN AIR SELUSUH BAGI IBU HAMIL DI DESA SELAKAU TUA, KABUPATEN SAMBAS (Kajian Living Qur'an)
RISKA, RISKA
Riska (12109018), Tradisi Pembacaan Surah Al-Fatihah Dalam Pembuatan Air Selusuh Bagi Ibu Hamil Di Desa Selakau Tua Kabupaten Sambas. Skripsi, Pontianak: Fakultas Ushuluddin dan Adab Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2025.&#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan pembuatan air selusuh dan pandangan masyarakat terhadap praktik pembuatan air selusuh bagi ibu hamil di Desa Selakau Tua Kabupaten Sambas.&#13;
&#13;
Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan Living Qur'an. Data primer diperoleh dari ibu hamil dan tokoh agama, sementara suami, keluarga, serta bidan desa menjadi informan sekunder. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan dan wawancara mendalam untuk menggali penerapan tradisi di lapangan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik, serta diperkuat dengan member check untuk memastikan kesesuaian temuan dengan fakta di lokasi penelitian.&#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik air selusuh dilakukan dengan membaca Surah Al-Fatihah pada air putih yang telah disiapkan, disertai niat dan doa memohon keselamatan serta kelancaran persalinan. Masyarakat memandang praktik ini sebagai bentuk doa dan ikhtiar spiritual yang memberikan manfaat psikologis dan ketenangan batin bagi ibu hamil. Praktik air selusuh dinilai tidak bertentangan dengan ajaran Islam selama diniatkan sebagai doa dan tidak diyakini sebagai penentu utama keselamatan persalinan. Meskipun terdapat perbedaan pandangan di masyarakat, praktik ini tidak menimbulkan konflik sosial. Seiring meningkatnya pemahaman keagamaan dan kesehatan, masyarakat mulai menyeimbangkan praktik spiritual dengan pemeriksaan medis. Tenaga kesehatan, khususnya bidan, menghormati praktik air selusuh selama tidak menggantikan peran pelayanan kesehatan dan pemeriksaan kehamilan secara rutin.
</description>
<pubDate>Mon, 26 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8534</guid>
<dc:date>2026-01-26T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>JILBAB DALAM AL-QUR'AN (Penafsiran Ayat-ayat Jilbab Oleh Imam Al-Qurthubi)</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8512</link>
<description>JILBAB DALAM AL-QUR'AN (Penafsiran Ayat-ayat Jilbab Oleh Imam Al-Qurthubi)
FADHLURRAHMAN, ALIEF
Alief Fadhlurrahman. NIM 12009013. Jilbab dalam Al-Qur’an (Penafsiran Ayat-ayat Jilbab Oleh Imam Al-Qurthubi). Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Fakultas Ushuluddin dan Adab. Institut Agama Islam Negeri Pontianak, 2026. &#13;
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas tentang jilbab serta menganalisis penafsiran Imam Al-Qurthubi mengenai konsep jilbab dalam Al-Qur’an. &#13;
Penulis menggunakan jenis penelitian kepustakaan dengan pendekatan tematik dengan Sumber data primer diperoleh dari kitab tafsir kitab tafsir Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān, sedangkan data sekunder berasal dari buku dan sejumlah sumber seperti skripsi, artikel, dan literatur terkait yang digunakan sebagai data pendukung. Kemudian, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan menghimpun data yang berkaitan dengan jilbab setelah itu menganalisis dari penafsiran tersebut kemudian memberi kesimpulan.&#13;
Hasil penelitian Jilbab dalam Al-Qur’an (Penafsiran Ayat-ayat Jilbab Oleh Imam Al-Qurthubi) menyimpulkan bahwa Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang secara khusus membahas tentang jilbab terdapat dalam Q.S. An-Nur ayat 31 dan Q.S. Al-Ahzab ayat 59. Kedua ayat tersebut menjadi dasar normatif dalam pengaturan kewajiban menutup aurat bagi perempuan Muslim. Penafsiran Imam Al-Qurthubi terhadap kedua ayat tersebut memaknai jilbab sebagai pakaian luar yang longgar dan menutupi seluruh tubuh perempuan. Pemaknaan ini didukung oleh riwayat dari Ibnu ‘Abbas dan Ibnu Mas‘ud. Lebih lanjut, Imam Al-Qurthubi memandang perintah berjilbab sebagai ketentuan syariat yang bersifat wajib bagi perempuan. Adapun batas tubuh yang harus ditutupi menurut Imam Al-Qurthubi adalah seluruh tubuh perempuan kecuali wajah dan telapak tangan namun apabila perempuan tersebut memiliki wajah yang berpotensi menimbulkan fitnah karena kecantikannya, maka menutup wajah lebih utama.
</description>
<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8512</guid>
<dc:date>2026-01-21T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>IMPLEMENTASI PEMAHAMAN SURAH AL-M&#119912;'UN AYAT 1-3 OLEH KOMUNITAS MUNZALAN (Penelitian Gerakan Infaq Beras di Munzalan Mubarakan Ampera Pontianak)</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8484</link>
<description>IMPLEMENTASI PEMAHAMAN SURAH AL-M&#119912;'UN AYAT 1-3 OLEH KOMUNITAS MUNZALAN (Penelitian Gerakan Infaq Beras di Munzalan Mubarakan Ampera Pontianak)
NAWAWANGSA, ALIF
ALIF NAWAWANGSA, “Implementasi Pemahaman Surah al-Mā‘ūn Ayat 1-3 Oleh Komunitas Munzalan (Penelitian Gerakan Infaq Beras di Munzalan Mubarakan Ampera Pontianak)”. Program Studi Ilmu al-Qur`an dan Tafsir. Fakultas Ushuluddin dan Adab Institut Agama Islam Negeri  Pontianak 2026 M/1447 H.&#13;
Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) Untuk mengetahui Pemahaman surah al-Mā‘ūn ayat 1-3 oleh komunitas Munzalan Pontianak. 2) Untuk Mengetahui praktik pemahaman Surah al-Mā‘ūnayat 1-3. &#13;
Penelitian ini dilakukan dengan cara kualitatif dan menggunakan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, dan wawancara dengan Pengasuh, bagian operasional, dan anggota Munzalan Ampera Pontianak. Serta dokumentasi tentang Kegiatan Infaq Beras. Teori hermenetik Paul Riceour digunakan untuk menganalisis data dan menekankan bagaimana Komunitas Munzalan Ampera Memahami dan Mengamalkan Surah al-Ma’un.&#13;
Berdasarkan berbagai literatur dan analisa dari penulis, dapat diperoleh bahwa: 1) Pemahaman surah al-Ma’un ayat 1-3 oleh Komunitas Munzalan sangat dalam, 2) pengamalan surah al-Ma’un ayat 1-3 di lakukan dengan baik dan pelaksanaannya dalam kegiatan tersistem dengan rapi.
</description>
<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8484</guid>
<dc:date>2026-01-19T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
