<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>TA-Psikologi Islam</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/23</link>
<description/>
<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 11:14:02 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-04T11:14:02Z</dc:date>
<item>
<title>PENERIMAAN IBU DENGAN KEHADIRAN ANAK DOWN SYNDROME STUDI KASUS INTROSPEKTIF DI DESA SUNGAI BURUNG</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/7894</link>
<description>PENERIMAAN IBU DENGAN KEHADIRAN ANAK DOWN SYNDROME STUDI KASUS INTROSPEKTIF DI DESA SUNGAI BURUNG
Ardhanti, Nindya
NINDYA ARDHANTI (12114031), Penerimaan Ibu Dengan Kehadiran Anak Down Syndrome Studi Kasus Introspektif Di Desa Sungai Burung : Fakultas Ushuluddin dan Adab Program Studi Psikologi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2025.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk (1) untuk mengetahui proses penerimaan ibu dengan kehadiran anak Down Syndrome, (2) untuk mengetahui penerimaan ibu dengan kehadiran anak Down Syndrome di Desa Sungai Burung, Kecamatan Segedong, Kabupaten Segedong.&#13;
Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus introspektif. Subjek penelitian terdiri dari dua ibu yang memiliki anak dengan Down Syndrome, dengan significant others sebagai informan tambahan. Data dikumpukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua ibu mengalami tahapan emosi yang kompleks mulai dari penolakan, kemarahan, tawar-menawar, depresi, hingga mencapai tahap penerimaan. Bentuk penerimaan ditunjukkan melalui kasih sayang, keterlibatan dalam pengasuhan, dan kemampuan melihat sisi positif. Seperti tumbuhnya kesabaran, penguatan ikatan keluarga, peningkatan spiritualistas, serta menjadikan anak sebagai sumber kebahagiaan dan makna hidup.
</description>
<pubDate>Thu, 02 Oct 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/7894</guid>
<dc:date>2025-10-02T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DAN PENERIMAAN DIRI PADA ORANG YANG HIDUP DENGAN HIV DAN AIDS (ODHA) DI YAYASAN PONTIANAK PLUS KOTA PONTIANAK</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/7892</link>
<description>HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DAN PENERIMAAN DIRI PADA ORANG YANG HIDUP DENGAN HIV DAN AIDS (ODHA) DI YAYASAN PONTIANAK PLUS KOTA PONTIANAK
Wagianto, Syafri
Syafri Wagianto (12114054) Hubungan Antara Dukungan Sosial dengan&#13;
Penerimaan Diri Pada Orang yang Hidup dengan HIV dan AIDS (ODHA) di&#13;
Yayasan Pontianak Plus Kota Pontianak: Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah&#13;
Prodi Psikologi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak Tahun 2025.&#13;
Tujuan dari penelitian ini Adalah sebagai berikut: 1) Untuk mengetahui&#13;
tingkat penerimaan diri orang yang hidup dengan HIV dan AIDS di Yayasan&#13;
Pontianak plus kota Pontianak. 2) Untuk mengetahui tingkat dukungan sosial orang yang hidup dengan HIV dan AIDS di Yayasan Pontianak plus kota Pontianak. 3)&#13;
Untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan penerimaan diri orang&#13;
yang hidup dengan HIV dan AIDS di Yayasan Pontianak plus kota Pontianak.&#13;
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode pendekatan&#13;
korelasional. Penelitian ini dilaksanakan di Yayasan Pontianak plus dengan sampel sebanyak 93 orang dari 121 orang populasi. Pengambilan data menggunakan&#13;
purposive sampling. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala Dukungan Sosial dan Penerimaan Diri yang diadopsi dari penelitian Febrina&#13;
Fitriah Anwar (2016). Kemudian untuk menganalisis data peneliti menggunakan&#13;
korelasi product moment pearson.&#13;
Hasil dari penelitian ini menunjukkan: 1) Tingkat penerimaan diri mayoritas&#13;
responden berada pada kategori sedang (50,54%). 2) Tingkat dukungan sosial yang&#13;
diterima mayoritas responden berada pada kategori sedang (51,61%). 3) Hasil analisis hubungan menunjukkan adanya korelasi positif yang kuat antara dukungan&#13;
sosial dengan penerimaan diri ODHA (r = 0,678; p &lt; 0,05). Artinya, semakin tinggi&#13;
dukungan sosial yang diterima, semakin tinggi pula penerimaan diri ODHA
</description>
<pubDate>Thu, 25 Sep 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/7892</guid>
<dc:date>2025-09-25T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA PERAWAT UPT. KLINIK UTAMA SUNGAI BANGKONG</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/7888</link>
<description>HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA PERAWAT UPT. KLINIK UTAMA SUNGAI BANGKONG
Priska, Gheamytha Imadya
GHEAMYTHA IMADYA PRISKA, 12114022. Hubungan Kecerdasan Emosional dengan Kemampuan Komunikasi Terapeutik pada Perawat UPT. Klinik Utama Sungai Bangkong: Fakultas Ushuluddin dan Adab Jurusan Psikologi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2025.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; (1) Seberapa besar tingkat kecerdasan emosional perawat di UPT Klinik Utama Sungai Bangkong. (2) Seberapa besar tingkat komunikasi terapeutik perawat di UPT Klinik Utama Sungai Bangkong. (3) Hubungan antara kecerdasan emosional dengan kemampuan komunikasi terapeutik pada perawat di UPT Klinik Utama Sungai Bangkong. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasional. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 62 perawat yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa skala kecerdasan emosional dan skala komunikasi terapeutik yang disusun peneliti berdasarkan teori dan telah melalui uji validitas serta reliabilitas.&#13;
Hasil analisis menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal, sehingga pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis non-parametrik Spearman’s Rho. Berdasarkan hasil uji korelasi Spearman’s Rho diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar ρ = 0,372 dengan signifikansi p = 0,003 (p &lt; 0,05). Hal ini menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan kemampuan komunikasi terapeutik perawat, dengan kategori rendah–sedang. Selanjutnya, hasil uji koefisien determinasi (ρ²) sebesar 0,138 menunjukkan bahwa 13,8% variasi dalam kemampuan komunikasi terapeutik dapat dijelaskan oleh kecerdasan emosional, sedangkan 86,2% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini, seperti pengalaman kerja, pelatihan, maupun kondisi organisasi.&#13;
Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa kecerdasan emosional memiliki kontribusi dalam meningkatkan kemampuan komunikasi terapeutik perawat, meskipun faktor eksternal juga berperan penting. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan program pelatihan yang berfokus pada peningkatan kecerdasan emosional dan keterampilan komunikasi terapeutik perawat, guna menunjang kualitas pelayanan kesehatan yang lebih optimal.
</description>
<pubDate>Thu, 13 Nov 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/7888</guid>
<dc:date>2025-11-13T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>HUBUNGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DENGAN  PENYESUAIAN DIRI PADA PASANGAN MENIKAH   DI KOTA PONTIANAK</title>
<link>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/7848</link>
<description>HUBUNGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DENGAN  PENYESUAIAN DIRI PADA PASANGAN MENIKAH   DI KOTA PONTIANAK
Zulfah, Arima
Arima Zulfah, 12114023. Hubungan Komunikasi Interpersonal dengan Penyesuaian Diri Pada Pasangan Menikah di Kota Pontianak, Program Studi Psikologi Islam Fakultas Ushuluddin dan Adab Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak 2025.&#13;
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) tingkat komunikasi interpersonal pada pasangan menikah di Kota Pontianak. (2) tingkat penyesuaian diri pada pasangan menikah di Kota Pontianak. (3) hubungan antara komunikasi interpersonal dengan penyesuaian diri pada pasangan menikah di Kota Pontianak.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Variabel komunikasi interpersonal diukur berdasarkan lima aspek menurut Thoha (2015), yaitu keterbukaan (openness), empati (empathy), dukungan (supportiveness), sikap positif (positiveness), dan kesamaan (equality). Sedangkan variabel penyesuaian diri diukur berdasarkan empat aspek menurut Hurlock (2011), yaitu penyesuaian dengan pasangan, penyesuaian seksual, penyesuaian keuangan, dan penyesuaian dengan keluarga pasangan. Sampel penelitian ini berjumlah 100 responden yang merupakan pasangan menikah dengan usia pernikahan maksimal lima tahun di Kota Pontianak. Instrumen penelitian menggunakan skala komunikasi interpersonal dari Thoha (2015) dengan reliabilitas Cronbach Alpha sebesar 0.921 dan skala penyesuaian berdasarkan teori Hurlock (2021) dengan reliabilitas Cronbach Alpha sebesar 0.894. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) komunikasi interpersonal pada pasangan menikah di Kota Pontianak berada pada kategori sedang sebanyak 51 responden (51%), 27 responden (27%) pada kategori tinggi, dan 22 responden (22%) pada kategori rendah. (2) penyesuaian diri pada pasangan menikah berada pada kategori tinggi sebanyak 47 responden (47%), 43 responden (43%) kategori sedang dan 10 responden (10%) kategori rendah. (3) terdapat hubungan positif yang sangat kuat antara komunikasi interpersonal dengan penyesuaian diri pada pasangan menikahdi Kota Pontianak dengan korelasi sebesar 0,878 dan signifikansi sebesar 0,000 (p &lt; 0,05).
</description>
<pubDate>Thu, 23 Oct 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/7848</guid>
<dc:date>2025-10-23T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
