<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>TA-Studi Agama-Agama</title>
<link href="https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/25" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/25</id>
<updated>2026-05-21T02:41:52Z</updated>
<dc:date>2026-05-21T02:41:52Z</dc:date>
<entry>
<title>PERGESERAN MAKNA PADA TRADISI ARI-ARI DALAM ADAT JAWA DI DESA SUNGAI KERAWANG, KECAMATAN BATU AMPAR, KABUPATEN KUBU RAYA, KALIMANTAN BARAT</title>
<link href="https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8444" rel="alternate"/>
<author>
<name>IHKSAN, NUR</name>
</author>
<id>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8444</id>
<updated>2026-04-27T04:45:55Z</updated>
<published>2026-01-26T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PERGESERAN MAKNA PADA TRADISI ARI-ARI DALAM ADAT JAWA DI DESA SUNGAI KERAWANG, KECAMATAN BATU AMPAR, KABUPATEN KUBU RAYA, KALIMANTAN BARAT
IHKSAN, NUR
NUR IHKSAN (12213004), Pergeseran Makna pada Tradisi Ari-ari dalam Adat Jawa di Desa Sungai Kerawang, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya. Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUSHA), Program Studi Studi Agama-Agama, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2025.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: 1). Bentuk pergeseran makna yang terjadi pada praktik tradisi ari-ari dalam masyarakat Jawa di Desa Sungai Kerawang; 2). Faktor-faktor internal dan eksternal yang menyebabkan terjadinya pergeseran makna tersebut; 2).Dampak pergeseran makna tradisi ari-ari terhadap kehidupan beragama dan identitas budaya masyarakat adat Jawa di Desa Sungai Kerawang.&#13;
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teori Ralph Linton tentang perubahan budaya digunakan sebagai teori utama, serta didukung oleh teori Interelasi Agama dan Budaya (Samsul Hidayat) dan Teori Perubahan Sosial Soerjono Soekanto. Sumber data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan tokoh adat, tokoh agama, generasi tua, dan generasi muda masyarakat Jawa setempat. Sumber data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dokumen desa, serta penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan pengabsahan data melalui triangulasi sumber.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyimpulkan: 1). Terjadi pergeseran makna dari tradisi ari-ari yang awalnya sarat simbol dan unsur ritual seperti penggunaan damar, bunga tujuh rupa, batok kelapa, dan doa adat, menjadi praktik sederhana yang menekankan kebersihan dan doa secara Islami; 2). Faktor yang memengaruhi pergeseran makna meliputi: meningkatnya pemahaman keagamaan masyarakat, pendidikan formal, modernisasi dan teknologi, serta perubahan sosial-ekonomi yang menuntut cara hidup lebih praktis; 3). Dampak pergeseran makna terlihat pada berkurangnya nilai kebersamaan dan simbol budaya Jawa, namun di sisi lain memperkuat nilai keagamaan, kesadaran tauhid, serta pemaknaan tradisi sebagai bentuk syukur dan doa dalam perspektif Islam.
</summary>
<dc:date>2026-01-26T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PERAN MAJELIS TINGGI AGAMA KHONGHUCU INDONESIA (MATAKIN) DALAM MEMBENTUK IDENTITAS SOSIAL MASYARAKAT TIONGHOA DI KOTA PONTIANAK (Studi Kasus MAKIN Kota Pontianak)</title>
<link href="https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8129" rel="alternate"/>
<author>
<name>ZULHUSAINI, ZULHUSAINI</name>
</author>
<id>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8129</id>
<updated>2026-04-27T04:45:55Z</updated>
<published>2025-10-14T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PERAN MAJELIS TINGGI AGAMA KHONGHUCU INDONESIA (MATAKIN) DALAM MEMBENTUK IDENTITAS SOSIAL MASYARAKAT TIONGHOA DI KOTA PONTIANAK (Studi Kasus MAKIN Kota Pontianak)
ZULHUSAINI, ZULHUSAINI
Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Majelis Agama Khonghucu&#13;
Indonesia Kota Pontianak (Makin Kota Pontianak) dalam membentuk dan&#13;
memperkuat identitas sosial umat Khonghucu di tengah konteks masyarakat&#13;
Pontianak yang multikultural. Permasalahan utama yang diangkat adalah&#13;
bagaimana praktik keagamaan dan sosial yang difasilitasi oleh Makin Kota&#13;
Pontianak berkontribusi pada perubahan cara pandang, penguatan ekspresi&#13;
publik, dan penciptaan kesadaran kolektif umat. Penelitian ini menggunakan&#13;
pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan didasarkan pada teori&#13;
fungsionalisme dari Émile Durkheim, khususnya konsep collective conscience&#13;
dan solidaritas mekanik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam&#13;
dengan enam narasumber kunci (pengurus dan tokoh umat) dan observasi&#13;
partisipatif di lokasi-lokasi kegiatan Makin Kota Pontianak. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa Makin Kota Pontianak memiliki peran signifikan dalam&#13;
tiga aspek utama: (1) Mengubah Cara Pandang Umat dari yang bersifat defensif&#13;
menjadi partisipatif dan progresif, ditandai dengan keterlibatan aktif di forum&#13;
lintas agama dan kebudayaan. (2) Mendukung Ekspresi Keagamaan di Ruang&#13;
Publik, seperti perayaan Cap Go Meh, yang mengubah identitas Khonghucu&#13;
menjadi bagian yang diterima dan dihargai dalam budaya kota. (3) Menciptakan&#13;
Solidaritas Mekanik melalui konsolidasi praktik-praktik keagamaan kolektif&#13;
(sembahyang leluhur, pendidikan moral, dan pelibatan generasi muda) yang&#13;
secara efektif membentuk collective conscience yang kuat. Faktor keberhasilan&#13;
utama organisasi ini adalah sinergi dengan pemerintah daerah dan inovasi&#13;
dalam pendidikan nilai. Secara keseluruhan, Makin Kota Pontianak tidak hanya&#13;
berfungsi sebagai lembaga spiritual, melainkan sebagai agensi sosial yang&#13;
berperan sentral dalam menjaga nilai-nilai budaya, memperkuat hubungan&#13;
sosial, dan memastikan bahwa identitas Khonghucu tumbuh secara adaptif dan&#13;
berkelanjutan sebagai bagian integral dari masyarakat Pontianak.
</summary>
<dc:date>2025-10-14T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>KERUKUNAN KEHIDUPAN UMAT BERAGAMA (Studi Kasus: Antara Islam &amp; Konghucu Di Desa Mega Timur Kecamatan Sungai Ambawang)</title>
<link href="https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/7705" rel="alternate"/>
<author>
<name>SYAHRASTANI, ALVIN</name>
</author>
<id>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/7705</id>
<updated>2025-11-27T00:36:58Z</updated>
<published>2025-09-09T00:00:00Z</published>
<summary type="text">KERUKUNAN KEHIDUPAN UMAT BERAGAMA (Studi Kasus: Antara Islam &amp; Konghucu Di Desa Mega Timur Kecamatan Sungai Ambawang)
SYAHRASTANI, ALVIN
Alvin Syahrastani, 2025. Kerukunan Kehidupan Umat Beragama”Studi Kasus Islam &amp; Konghucu di Desa Mega Timur Kecamatan Sungai Ambawang :Program Studi Studi Agama-Agama, Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUSHA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak.&#13;
Kerukunan umat beragama merupakan suatu keadaan dimana antara umat beragama dapat saling menerima, saling menghormati keyakinan masing-masing, saling tolong menolong dan bekerjasama dalam mencapai tujuan bersama. Kerukunan umat beragama berarti kebersamaan antara umat beragama dengan pemerintah dalam rangka suksesnya pembangunan nasional dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan kerukunan yang dilakukan oleh masyarakat ataupun pemuka agama dalam menjaga kerukunan umat berbeda agama antara pemeluk agama di Desa Mega Timur. Selanjutnya mengetahui faktor pendukung maupun penghambat penerapan kerukunan dalam upaya menjaga kerukunan kehidupan umat beragama di Desa Mega Timur agar tetap tepelihara.&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yang bersifat kualitatif deskriptif dengan tujuan menggambarkan fenomena kerukunan umat beragama antara masyarakat Islam dan Konghucu secara objektif dari suatu fakta di lapangan. Sumber data dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder, pengumpulan datanya meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil analisis data ini kemudian di tarik kesimpulan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Bentuk-bentuk kerukunan umat beragama di Desa Mega Timur adalah adanya peran aktif pemuka agama dengan menerapkan kerukunan umat beragama dalam bingkai toleransi, interaksi, dan komunikasi. Bekerjasama di bidang sosial kemasyarakatan maupun di bidang agama, sosial individu, musyawarah dengan umat seagama maupun umat beragama lain dan memiliki rasa kepedulian terhadap sesama maupun terhadap lingkungan yang memiliki kemajemukan agama. 2) Faktor-faktor pendukung yang mempengaruhi terjadinya kerukunan umat beragama di Desa Mega Timur adalah adanya sikap toleransi yang dimiliki oleh setiap golongan masyarakat, bentuk-bentuk interaksi yang dilakukan oleh pemuka agama lalu ditiru oleh masyarakat, dan komunikasi sosial yang baik diantara masyarakat. Sedangkan yang menjadi faktor penghambat adalah adanya kesalah pahaman atau keegoisan masin-gmasing individu dari kalangan yang tidak ingin terciptanya kerukunan umat beragama.
</summary>
<dc:date>2025-09-09T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>IMPLEMENTASI SIKAP TOLERANSI BERAGAMA ANTARA PEMBANTU RUMAH TANGGA MUSLIM DAN MAJIKAN NON-MUSLIM DI PONTIANAK SELATAN</title>
<link href="https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/7633" rel="alternate"/>
<author>
<name>Kholifah, Kholifah</name>
</author>
<id>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/7633</id>
<updated>2025-11-27T00:36:58Z</updated>
<published>2025-08-04T00:00:00Z</published>
<summary type="text">IMPLEMENTASI SIKAP TOLERANSI BERAGAMA ANTARA PEMBANTU RUMAH TANGGA MUSLIM DAN MAJIKAN NON-MUSLIM DI PONTIANAK SELATAN
Kholifah, Kholifah
KHOLIFAH (11835017), Implementasi Sikap Toleransi Beragama antara Pembantu Rumah Tangga Muslim dan Majikan Non Muslim di Pontianak Selatan. Program Studi Studi Agama Agama (SAA). Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUSHA). Institut Agama Islam Negri (IAIN) Pontianak. 2025. &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi sikap toleransi beragama antara pembantu rumah tangga muslim dan majikan nonmuslim di Kecamatan Pontianak Selatan. Fokus penelitian ini diarahkan pada tiga hal: (1) sikap PRT Muslim terhadap majikan nonmuslim, (2) sikap toleransi majikan terhadap PRT Muslim, dan (3) implementasi sikap toleransi beragama antara keduanya dalam kehidupan sehari-hari. &#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap PRT dan majikan yang memiliki latar belakang agama berbeda. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa PRT Muslim tetap menjaga sikap hormat, profesionalisme kerja, dan menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya tanpa mengganggu kewajibannya sebagai pekerja. Di sisi lain, majikan nonmuslim menunjukkan penghargaan terhadap keyakinan PRT, seperti memberikan kebebasan beribadah, menyediakan makanan halal, serta tidak memaksakan budaya atau tradisi keagamaannya. Implementasi sikap toleransi terlihat dalam komunikasi yang saling menghargai, penghormatan terhadap hari raya keagamaan, serta upaya menjaga keharmonisan meskipun terdapat perbedaan keyakinan.
</summary>
<dc:date>2025-08-04T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
