<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>TA-Psikologi Islam</title>
<link href="https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/23" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/23</id>
<updated>2026-05-21T02:41:53Z</updated>
<dc:date>2026-05-21T02:41:53Z</dc:date>
<entry>
<title>HUBUNGAN ANTARA SELF-REGULATED LEARNING DENGAN STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA YANG BEKERJA DI FAKULTAS USHULUDDIN DAN ADAB IAIN PONTIANAK</title>
<link href="https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8690" rel="alternate"/>
<author>
<name>Aulia, Desty Ditha</name>
</author>
<id>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8690</id>
<updated>2026-04-27T04:45:53Z</updated>
<published>2026-03-10T00:00:00Z</published>
<summary type="text">HUBUNGAN ANTARA SELF-REGULATED LEARNING DENGAN STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA YANG BEKERJA DI FAKULTAS USHULUDDIN DAN ADAB IAIN PONTIANAK
Aulia, Desty Ditha
DESTY DITHA AULIA, Hubungan antara Self-Regulated Learning dengan &#13;
Stres Akademik Pada Mahasiswa yang Bekerja di Fakultas Ushuluddin dan Adab IAIN &#13;
Pontianak: Fakultas Ushuluddin dan Adab Program Studi Psikologi Islam Institut &#13;
Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2026. &#13;
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis: (1) sejauh mana kemampuan &#13;
self-regulated learning pada mahasiswa yang bekerja; (2) sejauh mana tingkat stres &#13;
akademik pada mahasiswa yang bekerja; (3) hubungan antara self-regulated learning &#13;
dan stres akademik dalam konteks mahasiswa yang bekerja.  &#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional &#13;
untuk mengetahui tingkat hubungan antara kedua variabel tanpa memberikan &#13;
perlakuan terhadap subjek penelitian. Sampel berjumlah 55 mahasiswa yang dipilih &#13;
berdasarkan kriteria yaitu, mahasiswa aktif semester 1-7 baik laki-laki maupun &#13;
perempuan yang bekerja secara penuh waktu, paruh waktu, maupun menjalankan usaha &#13;
secara mandiri. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dua instrumen, &#13;
yakni skala self-regulated learning yang disusun berdasarkan landasan teori &#13;
Zimmerman dan Martinez-Pons, serta skala stres akademik yang dikembangkan &#13;
dengan mengacu pada aspek-aspek yang dikemukakan oleh Gadzella. Analisis data &#13;
dilakukan menggunakan teknik korelasi Product Moment Pearson.  &#13;
Hasil analisis data menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = -0,554 &#13;
dengan tingkat signifikansi p = 0,000 (p &lt; 0,05). Nilai tersebut menunjukkan adanya &#13;
hubungan negatif yang signifikan antara self-regulated learning dan stres akademik. &#13;
Artinya, semakin tinggi kemampuan mahasiswa dalam mengatur proses belajarnya &#13;
secara mandiri, maka semakin rendah tingkat stres akademik yang dialami. Sebaliknya, &#13;
rendahnya kemampuan regulasi diri dalam belajar berkaitan dengan meningkatnya &#13;
stres akademik. Selain itu, hasil analisis koefisien determinasi (R²) sebesar 0,307 &#13;
mengindikasikan bahwa self-regulated learning memberikan kontribusi sebesar 31% &#13;
terhadap variasi stres akademik. Sementara itu, sebesar 69% variasi stres akademik &#13;
dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar variabel yang diteliti dalam penelitian ini. &#13;
Berdasarkan hasil pengelompokan skor, variabel self-regulated learning maupun stres &#13;
akademik pada mahasiswa yang bekerja berada pada kategori sedang.
</summary>
<dc:date>2026-03-10T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN COFFEE SHOP TUMBUH DI PONTIANAK</title>
<link href="https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8682" rel="alternate"/>
<author>
<name>INDAH, INDAH</name>
</author>
<id>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8682</id>
<updated>2026-04-27T04:45:53Z</updated>
<published>2026-02-26T00:00:00Z</published>
<summary type="text">HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN COFFEE SHOP TUMBUH DI PONTIANAK
INDAH, INDAH
Indah, Hubungan antara Kepuasan Kerja Dengan Produktivitas Kerja Karyawan Coffee Shop Tumbuh Di Pontianak. Fakultas Ushuluddin dan Adab, Program Studi Psikologi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2026.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Tingkat kepuasan kerja pada karyawan Coffee Shop Tumbuh di Pontianak. (2) Tingkat kepuasan kerja pada karyawan Coffee Shop Tumbuh di Pontianak. (3) Hubungan antara kepuasan kerja dengan produktivitas kerja karyawan Coffee Shop Tumbuh di Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik korelasi. Subjek penelitian berjumlah 82 orang karyawan Coffee Shop Tumbuh di Pontianak. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada karyawan. Analisis data menggunakan uji korelasi Product Moment untuk mengetahui hubungan antara kepuasan kerja dengan produktivitas kerja.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tingkat kepuasan kerja karyawan Coffee Shop Tumbuh di Pontianak berada pada tingkat kategori sedang yakni dengan persentase sebesar 66% atau setara dengan jumlah 54 orang karyawan. (2)  Tingkat produktivitas kerja karyawan berada pada kategori sedang yaitu dengan persentase sebesar 74%. (3) Hasil penelitian memperlihatkan adanya hubungan positif searah antara Kepuasan Kerja dengan Produktivitas Kerja pada Karyawan Coffee Shop Tumbuh di Pontianak dengan nilai korelasi sebesar 0,580 yang menunjukkan bahwa kepuasan kerja memiliki hubungan yang cukup kuat dengan produktivitas kerja karyawan. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat kepuasan kerja yang dirasakan oleh karyawan, maka semakin tinggi pula produktivitas kerja yang dihasilkan.
</summary>
<dc:date>2026-02-26T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>HUBUNGAN STRATEGI COPING KELUARGA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN STROKE DI PUSKESMAS PONTIANAK BARAT</title>
<link href="https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8590" rel="alternate"/>
<author>
<name>Dwitami, Noviandini Rizka</name>
</author>
<id>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8590</id>
<updated>2026-04-27T04:45:45Z</updated>
<published>2026-03-09T00:00:00Z</published>
<summary type="text">HUBUNGAN STRATEGI COPING KELUARGA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN STROKE DI PUSKESMAS PONTIANAK BARAT
Dwitami, Noviandini Rizka
Noviandini Rizka Dwitami, 12214008, Hubungan Strategi Coping Terhadap tingkat Kecemasan Pasien Stroke di Puskesmas Pontianak Barat.&#13;
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui; (1) Tingkat kecemasan pada pasien stroke di Puskesmas Pontianak Barat. (2) Tingkat strategi coping pada keluarga pasien stroke di Puskesmas Pontianak Barat. (3) Hubungan antara strategi coping terhadap tingkat kecemasan pasien stroke di Puskesmas Pontianak Barat.&#13;
Penelitian ini termasuk kuantitatif dengan desain korelasional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Pontianak Barat yaitu; (1) Puskesmas Perumnas I, (2) Puskesmas Perumnas II, (3) Puskesmas Komyos Sudarso (4) Puskesmas PAL Lima. Sumber data penelitian ini dari data primer yaitu; (1) Pasien stroke Puskesmas Pontianak Barat. (2) Keluarga Pasien Stroke Puskesmas Pontianak Barat. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan Skala BRIEF COPE dan ZSAS yang telah diadaptasi. Populasi yang diperoleh adalah pasien stroke di Puskesmas Pontianak Barat sebanyak 79 dari 4 Puskesmas. Sampel penelitian sebanyak 55 responden dengan teknik purposive sampling. Kemudian untuk menganalisis data peneliti menggunakan korelasi Product Moment Pearson.&#13;
Hasil penelitian menunjukan yaitu; (1) Tingkat kecemasan pasien stroke di Puskesmas Pontianak Barat menunjukan bahwa sebanyak 28 responden dengan persentase 50,9% dalam kategori normal, 22 responden dengan persentase 40% dalam kategori sedang, responden dengan persentase 9,1% dalam kategori berat, sedangkan untuk kategori kecemasan tinggi menunjukan 0 responden dengan persentase 0%. (2) Tingkat strategi coping yang digunakan oleh keluarga pasien menunjukan bahwa sebanyak 11 responden dengan persentase 20% dalam kategori rendah, 37 responden dengan persentase 6%7,3 dalam kategori sedang, sedangkan kategori kategori tinggi sebanyak 7 responden dengan persentase 712,7%. (3) Hasil penelitian memperlihatan adanya hubungan negatif antara strategi coping dengan kecemasan pada pasien stroke dengan korelasi sebesar -0,752. Artinya terdapat hubungan yang kuat antara strategi coping dengan tingkat kecemasan pasien stroke. Arah hubungan negaif ini bermakna bahwa semakin efektif atau sering keluarga menerapkan strategi coping dalam menghadapi beban perawatan, maka tingkat kecemasan yang dirasakan oleh pasien stroke di Puskesmas Pontianak Barat akan semakin rendah. Dengan demikian H1 diterima dan H0 ditolak
</summary>
<dc:date>2026-03-09T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>RESILIENSI REMAJA DENGAN LATAR BELAKANG KELUARGA BROKEN HOME DI DESA PEDALAMAN KECAMATAN TAYAN HILIR KABUPATEN SANGGAU</title>
<link href="https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8508" rel="alternate"/>
<author>
<name>SAPITRI, ANITA</name>
</author>
<id>https://digilib.iainptk.ac.id/xmlui/handle/123456789/8508</id>
<updated>2026-04-27T04:45:45Z</updated>
<published>2026-01-14T00:00:00Z</published>
<summary type="text">RESILIENSI REMAJA DENGAN LATAR BELAKANG KELUARGA BROKEN HOME DI DESA PEDALAMAN KECAMATAN TAYAN HILIR KABUPATEN SANGGAU
SAPITRI, ANITA
ANITA SAPITRI. NIM 12014039. Resiliensi Remaja Dengan Latar&#13;
Belakang Keluarga Broken Home Di Desa Pedalaman Kecamatan Tayan&#13;
Hilir Kabupaten Sanggau. Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUSHA) Program&#13;
Studi Psikologi Islam (PI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak,&#13;
2026.&#13;
Broken home adalah keadaan keluarga yang tidak utuh atau tidak&#13;
harmonis akibat perceraian, kematian salah satu orang tua, atau konflik&#13;
berkepanjangan yang menyebabkan terganggunya peran dan fungsi keluarga&#13;
dalam mendidik anak. Dalam kondisi seperti ini, anak-anak sering kali merasa&#13;
bingung, kesepian, dan tidak mendapat bimbingan yang mereka butuhkan&#13;
untuk menghadapi tantangan kehidupan. Kesehatan mental remaja yang&#13;
terpengaruh oleh perpisahan orang tua tidak bisa dibiarkan begitu saja,&#13;
beberapa di antaranya mungkin merespons dengan secara negatif, misalnya&#13;
berperilaku menyimpang. terlibat dalam perkelahian, atau menunjukkan&#13;
perilaku negatif lainnya. Sebaliknya, ada juga remaja yang menghadapinya&#13;
dengan cara yang lebih positif, seperti menjadikannya motivasi untuk meraih&#13;
prestasi atau menyalurkan emosi melalui kegiatan yang produktif.&#13;
Kemampuan untuk mengatasi tantangan dan pulih dari kondisi yang sulit ini&#13;
dikenal dengan istilah resiliensi. Resiliensi adalah dorongan internal yang&#13;
memungkinkan seseorang untuk bangkit dan menghadapi tantangan yang&#13;
dihadapi.&#13;
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif&#13;
dengan metode studi kasus. Untuk mendapatkan data penelitian dengan&#13;
menggunkan teknik wawancara dan observasi. Teknik analisis data dilakukan&#13;
dengan memakai reduksi data, display data, setelah itu penarikan kesimpulan.&#13;
Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah tiga orang dengan teknik&#13;
pengambilan sampel berdasarkan teknik purposive sampling.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek memiliki&#13;
kemampuan resiliensi yang tercermin melalui tujuh aspek, yaitu regulasi&#13;
emosi, pengendalian impuls, optimisme, self-efficacy, causal analysis,&#13;
empati, dan reaching out. Meskipun terdapat perbedaan tingkat dan cara&#13;
dalam menampilkan setiap aspek resiliensi, seluruh subjek mampu&#13;
beradaptasi secara positif terhadap kondisi keluarga yang dialami. Resiliensi&#13;
pada remaja broken home terbentuk melalui pengalaman hidup, karakteristik&#13;
individu, serta persepsi terhadap dukungan sosial. Penelitian ini&#13;
menyimpulkan bahwa kondisi keluarga broken home tidak selalu berdampak&#13;
negatif, melainkan dapat mendorong berkembangnya kemampuan adaptif&#13;
pada remaja.
</summary>
<dc:date>2026-01-14T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
